Katarak

Katarak – Mata merupakan organ indera penglihatan yang sangat penting bagi manusia, hampir 83% informasi yang diterima manusia berasal dari sistem indra visual ini. Mata yang indah ini lahir bersama kita, tumbuh bersama, menua dan mati bersama, kadang malah mati duluan (buta). Seperti bagian tubuh lain, semua bagian mata bisa mengalami penuaan dan berujung pada sebuah penyakit. Penyakit pada mata yang berasal dari penuaan sangat banyak, katarak adalah contoh yang paling nyata dan dialami banyak orang.

Katarak

Katarak

Katarak Mata

Penyakit Katarak adalah perubahan lensa mata yang tadinya jernih dan tembuh cahaya menjadi keruh sehingga menyebabkan terganggunya penglihatan. Secara umum gejala gangguan katarak mata dapat diketahui berupa penglihatan menjadi tidak jelas seperti terdapat kabut menghalangi objek, mata peka terhadap sinarĀ  atau cahaya, penglihatan pada satu mata menjadi ganda, memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca dan lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu.

Penting untuk diketahui bahwa gangguan penglihatan yang dirasakan oleh penderita katarak tidak terjadi secara instan, melainkan terjadi perlahan-lahan, sehingga penglihatan penderita terganggu secara tetap atau penderita mengalami kebutaan. Jika kita merasa ada yang salah dengan penglihatan, apalagi jika penglihatan mulai terganggu segeralah periksakan diri. Katarak tidak menular dari satu mata ke mata yang lain, namun dapat terjadi pada kedua mata secara bersamaan.

Setiap dari kita pasti ada yang mengalami katarak. Hanya saja ketebalan kataraknya masing-masing orang tidak sama. Pada kasus orang yang memiliki penyakit diabetes biasanya katarak akan lebih cepat timbul dari pada orang normal. Selain itu, orang-orang yang bekerja yang sering terkena paparan sinar matahari juga kemunculan katarak akan lebih cepat. Sebagian besar katarak terjadi akibat dari proses degeneratif atau penuaan, oleh karena itu katarak kebanyakan dialami oleh orang berusia 60 tahun.

Pada umumnya gangguan katarak dialami oleh kaum lansia. Namun pada kasus-kasus tertentu, katarak dapat pula terjadi pada bayi atau pada tahun-tahun pertama hidup seorang anak yang disebabkan oleh infeksi virus yang dialami oleh ibu pada sat usia kehamilan masih dini. Untuk mereka yang mengidap diabetes dari segala usia katarak dapat mengganggu penglihatan relatif lebih cepat.

Penyebab Katarak

Berbagai faktor yang dideteksi sebagai penyebab katarak di antaranya faktor keturunan, cacat bawaan lahir, masalah kesehatan seperti diabetes, penggunaan obat tertentu (khususnya steroid), eksposur matahari yang cukup lama, operasi mata sebelumnya dan trauma pada mata (misalnya terjadi karena kecelakaan).

Katarak merupakan penyakit yang menjadi salah satu penyebab. Menurut data yang dilansir oleh WHO, sekitar 20 juta penduduk di dunia mengalami kebutaan yang diakibatkan oleh katarak. Penduduk di negara Asia rentan terserang katarak karena tingginya paparan sinar UV. Di Indonesia sendiri sekitar 3,7 juta penduduknya mengalami kebutaan (1,5%) dan 70% di antaranya disebabkan oleh katarak. Angka tersebut akan terus bertambah seriring dengan meningkatknya haraan hidup di Indonesia.

Sayangnya hingga saat ini belum ada obat-obatan, makanan atau kegiatan olahraga yang dapat menghindari diri dari gangguan katarak. Salah satu upaya yang efektif untuk memperlmbat terjadinya gangguan kataraka adalah dengan melindungi mata dari sinar matahari yang berlebihan. Pasalnya sinar UV dari sinar matahari yang mengenai mata berkepanjangan mampu memicu terjadinya karatak. Penderita katarak yang telah mengalami kebutaan akibat katarak masih memiliki kesempatan untuk sembuh total melalui operasi karena pada dasarnya yang terserang hanya lensa mata, sementara bagian mata lain masih berfungsi dengan baik. Akan tetapi, kegelisahan dan ketakutan masih membayangi benak sebagian besar masyarakat. Selain membayangkan operasi yang identik dengan rasa sakit dan berdarah-darah. Bahkan tidak sedikit kabar yang beredar operasi katarak malah akan membuat mata menjadi buta. Padahal semua tindakan medis memang memiliki resiko.

Diagnosis Katarak Mata

Penegakkan diagnosis penyakit katarak mata senilis biasanya akan ditegakkan berdasarkan dengan anamnesis dan juga lewat pemeriksaan fisik. Pemeriksaan laboratorium pada peroperasi biasanya dilakukan untuk membantu mendeteksi adanya suatu penyakit yang menyertainya misalnya adalah akibat penyakit diabetes melitus, penyakit hipertensi dan juga cardiac anomalies. Penyakit seperti jenis diabetes bisa mengakibatkan pendarah yang terjadi dengan perioperatif sehingga sangat dibutuhkan dalam deteksi dini agar bisa dikontrol sebelum melakukan operasi.

Selain itu, pada pasien penyakitn katarak mata sebaiknya melakukan pemeriksaan visus untuk bisa mengetahui mengenai kemampuan dalam melihat pasien. Dan visus pasien dengan katarak subkapsuler posterior yang bisa membaik dengan melakukan dilatasi pupil. Dengan melakukan pemeriksaan slit lamp maka biasanya akan dijumpai juga keadaan palpebra, konjungtiva, dan juga pemeriksaan kornea di dalam keadaan yang normal. Iris, pupil, serta COA yang terlihat dalam keadaan normal. Serta pada lensa pasien penyakit katarak, maka akan bisa dilihat lensa keruh. Kemudian lakukan suatu pemeriksaan shadow test untuk bisa menentuksn suatu stadium pada penyakit katarak senilis. Ada juga pemeriksaan lain yang bisa dilakukan misalnya adalah seperti pemeriksaan biomikroskopi, stereoscopic fuundus examination, dan pemeriksaan pada lapang pandang serta pengukuran TIO.

Operasi katarak mata yang dilakukan adalah dengan pengangkatan pada sebagian besar lensa dan juga pergantian dari lensa dengan menggunakan implan plastik. Dan saat ini pembedahan akan semakin banyak dilakukan dengan cara menggunakan anestesi lokal dibandingkan dengan menggunakan anestesi umum.

Katarak

This entry was posted in Katarak and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.